ADVERTISING

TEMAN SAYA DI BLOGGER

Topik : Nukilan (4)


Bukan itu yang Namanya Cinta Kerana Allah

Cinta karna Allah...
Kata-kata itu yang pernah engkau ucapkan padaku...
Atas nama cinta ini, aku berharap hubungan kita diridhoiNya...
Atas nama cinta ini, hubungan kita akan selalu dijagaNya...
Atas nama cinta ini, ku berharap kita kan sampai pada tujuan kita... 

Tapi nyatanya...
Semua berbeda...
Tak sejalan dengan apa yang ku pikirkan...
Masalah berdatangan...
Hati berantakan...
Hidup terasa tak ada gunanya...

Ahh... apa ini yang dinamakan cinta karena Allah??
Apa sebenarnya maksud mencintai seorang hamba karna Allah??
Kenapa Allah tidak mengizinkanku tuk mengecap cinta lebih lama??
Cinta seperti apa sih yang diridhoiNya??

Bukannya kami adalah hamba yang selalu bersujud padaNya
Bukankah kami takkan terjerumus pada maksiat karna selalu mengingatNya
Bukankah aku mencinta dia dilandasi karna cinta kepadaNya
Tapi mengapa Allah mengizinkanku tuk mengecap cinta hanya sementara
Mengapa Allah tidak menyatukan kami hingga harapan kami terwujud
Apakah cintaku selama ini salah???...

Sahabatku....
Selama ini kamu salah memaknai cinta...
Cinta itu tetap bertentangan dengan agama...
Cinta itu tidak diridhoiNya...
Bukan itu yang namanya cinta karna Allah...bukan...bukan itu...

Tapi...
Bukankah cinta karna Allah itu....
Mengerti akan kelebihannya, memahami dan menerima kekurangannya??
Ya... itu memang cinta karna Allah....
Bukankah cinta karena Allah itu....
Aku melihatnya tidak dari fisik tapi dari akhlak dan agamanya??
Ya... itu memang cinta karna Allah...

Lantas...apa yang salah dengan cintaku??
Cintamu tidak salah, karena cinta itu adalah fitrahNya
Namun yang salah adalah cara kalian menempatkan cinta itu

Jika kalian saling mencintai karena Allah
Kalian takkan saling mengajak dalam hubungan yang salah
Takkan saling mengajak mendekati maksiat
Takkan mengumbar kata-kata cinta
Tapi akan menyimpan cinta kalian dihati
Hanya Allah-lah yang tau akan cintamu

Jika dia mencintaimu karna Allah
Dia takkan mengajakmu pacaran
Akan tetapi sudah berpikir kearah pernikahan
Jika dia memang mencintaimu
Maka dia kan melamarmu
Atau dia mencintaimu dalam diam
Tidak mengganggu penjagaan hatimu
Barulah cinta kalian itu sempurna, cinta karena Allah

Astagfirullah...
Maafkan aku cinta...
Selama ini aku ikut serta mengajakmu kejalan yang salah
Selama ini aku membuat kita masuk dalam linangan dosa
Selama ini kita melakukan hal yang sia-sia
Maafkan aku cinta... maafkan aku...
Maafkan juga atas kurangnya pengetahuanku...
Maafkan atas salah dan khilafku...

Cinta...
Kini kusadari bahwa semua itu salah
Maafkanlah sgala khilaf yang telah kita lewati
Kita memang harus berpisah
Tuk kembali harungi hidup dalam Ridho Ilahi
Dan bila kita memang ditakdirkan untuk hidup bersama
Pastilah Allah akan menyatukan kita

Topik : Nukilan (3)

 TATAPLAH WAJAH JUJUR TANPA SUARA

Pernahkah anda menatap orang-orang terdekat anda saat ia sedang tidur?
 Kalau belum, cubalah sekali saja menatap mereka saat sedang tidur. Saat itu yang nampak adalah ekspresi paling wajar dan paling jujur dari seseorang. Seorang artis yang ketika di panggung begitu cantik dan gemerlap pun bisa jadi akan nampak polos dan jauh berbeda jika ia sedang tidur. Orang paling kejam di dunia pun jika ia tidur sudah tak akan nampakl wajah bengisnya Perhatikanlah ayah anda saat beliau sedang tidur.


Sedari lah, betapa badan yang dulu kekar dan gagah itu kini semakin tua dan ringkih, betapa rambut-rambut putih mulai menghiasi kepalanya, betapa kerut merut mulai terpahat di wajahnya. Orang inilah yang tiap hari bekerja keras untuk kesejahteraan kita, anak-anaknya. Orang inilah rela melakukan apa saja asal perut kita kenyang dan pendidikan kita lancar.


Sekarang, beralihlah. Lihatlah ibu anda. Hmm.. kulitnya mulai keriput dan tangan yang dulu halus membelai-belai tubuh bayi kita itu kini kasar kerana terpaan hidup yang keras. Oang inilah yang tiap hari mengurus keperluan kita. Orang inilah yang paling rajin mengingatkan dan meleteri kita semata-mata kerana rasa kasih dan sayangnya itu sering kita salah ertikan.


Cubalah menatap wajah orang-orang tercinta itu : Ayah, Ibu , suami , isteri, kakak, adik, anak, sahabat, semuanya. Rasakan sensasi yang timbul sesudahnya. Rasakan energi cinta yang mengalir pelan-pelan di  saat menatap wajah lucu yang terlelap itu. Rasakan getaran cinta yang mengalir deras ketika mengingat betapa banyaknya pengorbanan yang telah dilakukan orang-orang itu untuk kebahgiaan anda. Pengorbanan yang kadang tertutupi oleh kesalan fahaman kecil yang entah kenapa selalu saja nampak besar.


Secara ajaib Tuhan mengatur agar pengorbanan itu bisa nampak lagi melalui wajah-wajah jujur mereka saat sedang tidur. Pengorbanan yang kadang melelahkan namun enggan mereka ungkapkan. dan Ekspresi wajah ketika tidur pun mengungkapkan segalanya. Tanpa kata, tanpa suara dia berkata : " betapa lelahnya aku hari ini." dan penyebab lelah itu ? Untuk siapa dia berlelah-lelah? Tak lain adalah suami yang bekerja keras mencari nafkah dan isteri yang bekerja mengurus dan mendidik anak, juga rumah. Kakak, adik, anak, dan sahabat yang telah melewatkan hari-hari suka dan duka bersama kita.

Topik : Nukilan (2)


CINTA DALAM HENING

Duhai gadis, maukah ku beritahukan padamu bagaimana mencintai dengan indah?
Inginkah ku bisikkan bagaimana mencintai dengan syahdu.

Maka dengarlah..
Gadis, Saat ku jatuh cinta..
Tak akan ku berucap..
Tak akan ku berkata..
Namun ku hanya akan diam..
Saat ku mencintai, takkan pernah ku menyatakan.
Tak akan ku menggoreskan..
Yang ku lakukan hanyalah diam..

Aku tahu, cinta adalah fitrah..sebuah anugerah tak terperih..
Karena cinta adalah kehidupan. Karena rasa itu adalah cahaya. Aku tahu, hidup tanpa cinta, bagaikan hidup dalam gelap gulita.. 

Namun.. Saat rasa itu menyapa, maka hadapi dgn anggun. Karena rasa itu ibarat belenggu pelangi, dengan begitu banyak warna. Cinta terkadang mbuatmu bahagia, namun tak jarang mbuatmu menderita. Cinta ada kalanya manis bagaikan gula, Namun juga mampu memberi pahit yang sangat getir. Cinta adalah perangkap rasa.. Sekali kau salah berlaku, maka kau akan terkungkung dalam waktu yang lama dalam lingkaran derita.

Maka gadis, Agar kau dapat keluar dari belenggu itu. Dan mampu melaluinya dgn anggun.. Maka mencintailah dalam hening. Dalam diam.. Tak perlu kau lari, tak perlu kau hindari. Namun juga, jangan kau sikapi dgn berlebihan. Jangan kau umbar rasamu. Jangan kau tumpahkan segala sukamu..

Cobalah merenung sejenak dan fikirkan dgn tenang.. Kita percaya takdir bukan? Kita tahu dengan sangat jelas... Dia, Allah telah mengatur segalanya dengan begitu rapinya? Jadi, apa yang kau risaukan? Biarkan Allah yg mengaturnya, Dan yakinlah di tangan-Nya semua akan baik-baik saja..

Cobalah renungkan... Dia yang kau cinta, belum tentu atau mungkin tak akan pernah menjadi milikmu.. Dia yang kau puja, yang kau ingat saat siang dan yang kau tangisi ketika malam, Akankah dia yang telah Allah takdirkan denganmu?

Gadis, kita tak tahu dan tak akan pernah tahu.. Hingga saatnya tiba.. Maka, ku ingatkan padamu, tidakkah kau malu jika smua rasa telah kau umbar... Namun ternyata kelak bukan kau yg dia pilih untuk mendampingi hidupnya? Gadis, Karena cinta kita begitu agung untuk di umbar.. Begitu mulia untuk di tampakkan.. Begitu sakral untuk di tumpahkan..

Dan sadarilah gadis, fitrah kita wanita adalah pemalu, Dan kau indah karena sifat malumu.. Lalu, masihkah kau tampak menawan jika rasa malu itu telah di nafikan? Masihkah kau tampak bestari jika malu itu telah kau singkap.. Duhai gadis, jadikan malu sebagai selendangmu.. Maka tawan hatimu sendiri dalam sangkar keimanan.. Dalam jeruji kesetiaan.. Yah.. Kesetiaan padanya yg telah Allah tuliskan namamu dan namanya di Lauhul Mahfuzh.. Jauh sebelum bumi dan langit dicipta..

 Maka cintailah dlm hening. Agar jika memang bukan dia yg ditakdirkan untukmu, Maka cukuplah Allah dan kau yg tahu segala rasamu.. Agar kesucianmu tetap terjaga.. Agar keanggunanmu tetap terbias..

Maka, ku beritahukan padamu, Pegang kendali hatimu..Jangan kau lepaskan. Acuhkan semua godaan yg menghampirimu.. Cinta bukan untuk kau hancurkan, bukan untuk kau musnahkan.. Namun cinta hanya butuh kau kendalikan, hanya cukup kau arahkan..

Gadis... yg kau butuhkan hanya waktu, sabar dan percaya..
Maka, peganglah kendali hatimu, Lalu..Arahkan pd Nya.. Dan cintailah dalam diam.. Dalam hening.. Itu jauh lebih indah..

Jauh lebih suci